NOTE24.ID – Suasana khidmat dan penuh nuansa religius menyelimuti halaman Bandayo Rumah Dinas Bupati Bone Bolango saat Bupati Ismet Mile bersama Wakil Bupati Risman Tolingguhu melakukan pemasangan lampu perdana Tumbilotohe 27 Ramadan 1446 Hijriah Tahun 2025, Rabu 26 Maret 2025.
Prosesi pemasangan lampu minyak tanah tersebut dilaksanakan usai buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, yang turut dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.
Tradisi Tumbilotohe sendiri merupakan budaya khas masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan tiga hingga empat hari menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai simbol mengiringi kepergian bulan suci Ramadan.
Pantauan di lokasi, suasana pemasangan lampu berlangsung penuh kekeluargaan. Ratusan lampu minyak tampak tergantung rapi di arkus bambu yang dihiasi janur kelapa, menciptakan panorama cahaya yang indah dan sarat makna budaya.
“Malam hari ini secara serentak seluruh wilayah Kabupaten Bone Bolango akan menyelenggarakan pemasangan lampu yang kita kenal dengan Tumbilotohe. Bismillahirrahmanirrahim,” ucap Bupati Ismet Mile saat membuka secara resmi pemasangan lampu perdana tersebut.
Usai sambutan Bupati, Wakil Bupati Risman Tolingguhu bersama Kapolres Bone Bolango AKBP Supriantoro, Kajari Deddy Herliyantho, Ketua DPRD Faisal Yunus, perwakilan Dandim 1304 Gorontalo dan Danlanal Gorontalo, serta Penjabat Sekda Amir Hamzah Hadju secara bergantian menyulutkan obor ke deretan lampu minyak yang telah dipersiapkan panitia.
Cahaya lampu-lampu minyak yang mulai menyala menjadi simbol semangat kebersamaan dan pelestarian adat yang terus dijaga masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Bone Bolango.
Bagi masyarakat Gorontalo, Tumbilotohe bukan sekadar tradisi memasang lampu, tetapi juga memiliki nilai spiritual, budaya, dan sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas daerah yang diwariskan turun-temurun dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat terus berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi Tumbilotohe agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi daya tarik budaya dan wisata religi di Gorontalo.
Ichal











Comment