NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat tata kelola pemerintahan guna memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran, efektif, dan minim risiko.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Pembinaan dan Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang berlangsung di Aula Bappeda-Litbang Bone Bolango, Jumat 6 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkab Bone Bolango dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah agar seluruh program benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menjelaskan bahwa pemahaman para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap tugas dan fungsi SPIP sejatinya sudah cukup baik.
Namun demikian, penguatan teknis tetap diperlukan agar implementasi sistem pengendalian berjalan lebih optimal.
Menurut Sri Mulyani, kolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui kegiatan bimbingan teknis menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pendokumentasian SPIP di setiap perangkat daerah.
“Kami ingin memastikan dalam pembuatan dokumen SPIP itu terdokumentasi dengan baik. Kita harus mampu menjawab tantangan agar tidak terjadi miss dalam pencapaian program kegiatan. Ini adalah sistem pengendalian, agar program tidak ‘lari’ dari jalur yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan SPIP bukan sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi berbagai potensi risiko, baik positif maupun negatif, dari setiap kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Karena itu, deteksi dini terhadap potensi hambatan dinilai sangat penting dilakukan sejak tahap perencanaan program.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah poin utama menjadi fokus penguatan SPIP, di antaranya memastikan seluruh perangkat daerah bergerak selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), meningkatkan kemampuan deteksi dan mitigasi risiko pembangunan sejak awal, serta mendorong efisiensi anggaran agar program yang dijalankan benar-benar efektif dan tidak melebar tanpa arah.
Sri Mulyani berharap penguatan SPIP mampu menciptakan sistem pembangunan yang lebih terukur, terarah, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Harapan saya, kita mampu meminimalisir risiko pembangunan. Dengan perencanaan yang matang dan mitigasi yang kuat, pelaksanaan program akan benar-benar fokus menyejahterakan masyarakat. Tidak ada lagi program yang meluas tanpa arah, semua harus berujung pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan perangkat daerah bersama tim teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Ichal











Comment