Mahasiswa MBKM UNG dan PKK Srikandi Olele Sulap Hasil Laut Jadi Produk Unggulan Bernilai Ekonomi

Gorontalo95 Views

NOTE24.ID – Potensi kekayaan laut di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, terus didorong menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Ibu PKK Srikandi Desa Olele, berbagai hasil laut diolah menjadi produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasaran.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program MBKM yang berfokus pada pengembangan potensi lokal.

Mahasiswa bersama kelompok PKK memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada warga mengenai teknik pengolahan hasil laut, pengemasan produk yang lebih menarik, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai jual.

Mahasiswa MBKM UNG, Farhan Mooduto, menjelaskan bahwa Desa Olele memiliki sumber daya laut yang melimpah dan layak dikembangkan menjadi produk unggulan.

Menurutnya, inovasi dalam pengolahan hasil laut menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk mentah, tetapi juga memperoleh keuntungan yang lebih besar melalui produk olahan.

“Desa Olele memiliki potensi hasil laut yang sangat besar. Melalui inovasi produk bersama Ibu PKK Srikandi, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan nilai jual hasil laut sehingga mampu menambah pendapatan keluarga,” ujar Farhan.

Ditempat yang sama, Ketua PKK Srikandi Desa Olele mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama mahasiswa MBKM.

Ia menilai pendampingan tersebut membuka wawasan baru bagi para anggota PKK, mulai dari proses produksi yang higienis, teknik pengemasan yang modern, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Selain menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, kegiatan ini juga menanamkan pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi produk agar mampu bersaing di pasar,” jelasnya

Ia menambahkan, edukasi mengenai kebersihan, standar produksi, serta branding produk menjadi bagian penting dalam proses pendampingan yang diberikan kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa MBKM UNG, Pemerintah Desa Olele, dan PKK Srikandi, kami berharap dapat melahirkan produk unggulan berbasis hasil laut yang tidak hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Taufik Bouty 

Comment