Bupati Ismet Mile Ajak Seluruh Elemen Bersinergi Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Bone Bolango

Bone Bolango43 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango terus memperkuat komitmen dalam melindungi kesehatan masyarakat melalui penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Langkah tersebut ditegaskan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat membuka kegiatan Koordinasi, Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Rabu 15 Juli 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolingguhu, Ketua TP PKK Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Dalam arahannya, Bupati Ismet Mile menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa.

“Upaya ini tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Saya menginstruksikan seluruh aparat untuk memaksimalkan tugas dan fungsi masing-masing agar langkah pencegahan dapat berjalan hingga ke tingkat bawah,” tegas Bupati Ismet Mile.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif agar berbagai persoalan kesehatan tidak berkembang menjadi wabah yang dapat membahayakan masyarakat.

Untuk itu, Pemkab Bone Bolango akan memperkuat dukungan anggaran bagi program pencegahan dan pengendalian penyakit.

“Pos anggaran untuk pengendalian dan pencegahan penyakit akan kita tingkatkan. Mari maksimalkan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), Bone Bolango masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan masyarakat. Di antaranya kasus ISPA, diare akut, pneumonia, demam tifoid, DBD, campak, rabies, hingga meningkatnya kembali kasus malaria.

Menurutnya, lonjakan kasus malaria dipicu oleh tingginya mobilitas pekerja dari wilayah endemis yang masuk ke Bone Bolango, sehingga berpotensi mengancam status eliminasi malaria yang selama ini berhasil dipertahankan.

“Sejumlah faktor turut memengaruhi meningkatnya kasus penyakit, seperti rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menurunnya budaya gotong royong menjaga kebersihan lingkungan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, sanitasi yang belum memadai, hingga rendahnya kesadaran terhadap pentingnya imunisasi dan vaksinasi hewan penular rabies,” imbuhnya.

Ichal

Comment