Bupati Ismet Mile Tegaskan Tak Ada Lagi Toleransi bagi ASN Indisipliner di Bone Bolango

Bone Bolango40 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango terus memperkuat komitmen membangun birokrasi yang bersih, disiplin, dan profesional.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bone Bolango Ismet Mile, saat memimpin Rapat Koordinasi bersama jajaran pimpinan perangkat daerah di Ruang Lupa Lelah, Kantor Bupati Bone Bolango, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam arahannya, Bupati Ismet Mile mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Ia menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap pelanggaran disiplin, ketidakjujuran, maupun sikap yang mengabaikan aturan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“ASN yang tidak disiplin dan tidak menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat harus siap menerima konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ismet.

Bupati Ismet Mile juga menyoroti masih adanya persoalan kedisiplinan aparatur, mulai dari ketidaksesuaian data kehadiran hingga rendahnya tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Di era digital dengan sistem pengawasan yang semakin terbuka, kata dia, tidak ada lagi ruang bagi aparatur untuk memanipulasi data ataupun mengabaikan kewajibannya.

“Jangan lagi ada yang tidak hadir tetapi dianggap hadir. Pemerintahan ini harus dibangun di atas kejujuran. Kalau tidak hadir, katakan tidak hadir,” tegasnya lagi.

Ismet mengungkapkan dirinya tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi merugikan pemerintah maupun masyarakat.

“Seluruh kepala perangkat daerah diminta memperkuat pengawasan internal agar setiap ASN bekerja sesuai aturan, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan,” pintanya.

Arahan serupa juga ditujukan kepada para camat agar memperkuat pembinaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Ismet, disiplin harus menjadi budaya kerja yang tertanam dalam setiap jenjang pemerintahan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Selain disiplin, Bupati Ismet Mile juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat dan responsif. Ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah selalu siap dihubungi ketika masyarakat membutuhkan pelayanan atau penyelesaian persoalan.

“Jangan sampai masyarakat menunggu karena pejabatnya sulit dihubungi. Pemerintah harus hadir dan responsif terhadap setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ismet Mile mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja, kompetensi, dan integritas, bukan karena kedekatan ataupun kepentingan tertentu. Karena itu, seluruh ASN diminta menjaga profesionalisme dan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang bertentangan dengan aturan.

“Kita ingin birokrasi yang bersih, disiplin, dan profesional. Jangan sampai ada yang tersandung persoalan karena mengabaikan aturan yang sebenarnya sudah sangat jelas,” pungkasnya.

Ichal

Comment