Ismet Mile Tegaskan Pentingnya 6 SPM Posyandu di Bone Bolango

Bone Bolango42 Views

NOTE24.ID – Komitmen dalam memperkuat layanan Posyandu terus digencarkan di Kabupaten Bone Bolango.

Melalui kegiatan roadshow pembinaan dan monitoring implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, pemerintah menghadirkan bantuan nyata bagi masyarakat Desa Langge, Kecamatan Tapa, Senin 4 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, yang turun bersama tim untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di lapangan.

Dalam kunjungannya, sebanyak 118 paket bantuan disalurkan kepada warga. Tidak hanya itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan dokter spesialis penyakit dalam.

“Selain bantuan, kami juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Nani.

Kehadiran tim disambut hangat oleh Penasehat Tim Pembina Posyandu yang juga Bupati Bone Bolango, Ismet Mile.

Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.

Menurut Ismet, bantuan tersebut tidak hanya bernilai secara material, tetapi juga menjadi bukti kepedulian pemerintah provinsi terhadap masyarakat desa.

Ia juga menegaskan pentingnya pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu secara serius dan terintegrasi, dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Saya ingin tidak ada pihak yang mengabaikan pelaksanaan program ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Langge, Salim Sunati, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran bupati menjadi momen bersejarah sekaligus penyemangat baru bagi masyarakat desa.

“Dengan jumlah penduduk mencapai 1.058 jiwa yang tersebar dalam 348 kepala keluarga, Desa Langge terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan berbasis masyarakat,” ucapnya.

Salim menjelaskan, implementasi enam SPM Posyandu di desanya telah berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan kader kesehatan.

“Dari 161 pasangan usia subur, sebanyak 121 di antaranya telah memanfaatkan layanan keluarga berencana, yang menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Ichal

Comment