Jadi Mentor Empat Peserta PKN, Bupati Iskandar Dorong Kepemimpinan Birokrasi yang Adaptif dan Inovatif

Bolsel72 Views

NOTE24.ID – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Dr (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran Bupati Iskandar Kamaru sebagai mentor dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026, yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara, Watutumou, Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI ini merupakan bagian dari tahapan pembelajaran PKN Tingkat II Tahun 2026.

Mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Guna Membangun Ekosistem Investasi bagi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan,” seminar tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mempresentasikan gagasan inovasi dan komitmen perubahan yang akan diterapkan di lingkungan instansi masing-masing.

Dalam kegiatan ini, Bupati Iskandar Kamaru menjadi mentor bagi empat peserta PKN Tingkat II yang seluruhnya merupakan pejabat pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bolsel.

Keempat peserta tersebut yakni Anas Kangiden, S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian; Raston Mooduto, S.Pd., M.Si., Kepala BKPSDM; dr. Sri Suhaity Pakaya, M.M.Kes., Kepala Dinas Sosial; serta Awaludin Lamalani, S.IK., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan.

Sebagai mentor, Bupati Iskandar tidak hanya memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran, tetapi juga mendorong agar setiap rancangan proyek perubahan memiliki arah yang jelas, relevan dengan kebutuhan organisasi, serta mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Proses pendidikan kepemimpinan harus mampu melahirkan gagasan yang tidak berhenti sebatas konsep, tetapi dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Iskandar.

Bupati Iskandar juga memberikan arahan agar para peserta mampu mengembangkan pola kepemimpinan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan tuntutan transformasi tata kelola pemerintahan.

Peran mentor menjadi penting dalam memastikan rancangan proyek perubahan yang disusun peserta mendapatkan pendampingan dan masukan yang konstruktif sebelum memasuki tahap implementasi.

Bupati Iskandar diharapkan terus memberikan pendampingan kepada keempat peserta hingga proyek perubahan tersebut dapat diimplementasikan secara optimal di masing-masing perangkat daerah.

Dengan demikian, inovasi yang lahir dari proses PKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan tahapan pembelajaran, tetapi dapat berkembang menjadi sebuah terobosan yang berkelanjutan dalam meningkatkan efektivitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Keterlibatan Bupati Iskandar Kamaru sebagai mentor sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Bolsel membangun sumber daya aparatur yang unggul dan kepemimpinan birokrasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.

Ilham

Comment