Pemkab Bone Bolango Gandeng Akademisi Petakan Habitat Satwa Sebelum Bangun Jalan Tulabolo–Pinogu

Bone Bolango47 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango memastikan pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu tidak hanya berfokus pada peningkatan konektivitas wilayah, tetapi juga mengutamakan perlindungan lingkungan dan kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan Survei Ekologis Koridor Satwa, Habitat, Lintas Satwa, dan Flora Endemik yang dipimpin Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, di Kantor Bappeda Litbang Bone Bolango, Selasa 21 Juli 2026.

Sebelum desain jalan ditetapkan, Pemkab Bone Bolango menggandeng akademisi untuk melakukan survei ekologis. Kajian ini bertujuan memetakan habitat satwa liar, koridor perlintasan satwa, sumber air yang dimanfaatkan satwa, serta keberadaan flora endemik di sepanjang rencana jalur pembangunan.

Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa, menegaskan bahwa akses jalan menuju Kecamatan Pinogu merupakan kebutuhan strategis yang telah lama dinantikan masyarakat.

Namun, menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara hati-hati karena jalur tersebut berada di kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

“Jalan Tulabolo–Pinogu ini penting bagi masyarakat dan menjadi kepentingan bersama. Tetapi dalam perencanaannya kita wajib memperhatikan kepentingan ekologis yang harus dilindungi,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, survei ekologis menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan sekaligus merumuskan langkah-langkah mitigasi sebelum pembangunan dimulai.

“Hasil survei akan menjadi dasar dalam menentukan desain teknis jalan, pola pengelolaan kawasan, hingga upaya perlindungan terhadap ekosistem yang berada di sepanjang koridor pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan saat ini proses masih berada pada tahap rancangan awal. Selanjutnya, tim ekologi yang melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan kajian mendalam terhadap kondisi kawasan.

“Tim akan memetakan jalur habitat satwa, koridor perlintasan satwa liar, lokasi sumber air, hingga titik-titik yang memerlukan perlindungan khusus agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” tambahnya.

Lebih lanjut Iwan mengungkapkan hasil survei lapangan ini nantinya akan menjawab bagaimana desain jalan yang paling tepat, perlakuan terhadap kawasan seperti apa yang harus dilakukan, serta langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu ekosistem lingkungan di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone.

“Melalui pendekatan tersebut, saya berharap pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan serta habitat satwa endemik di Taman Nasional Nani Wartabone,” imbuhnya.

Ichal

Comment