Tambang Batu Hitam Tolutu Jadi Tumpuan Hidup Warga

Bolsel139 Views

NOTE24.ID – Bagi sebagian besar masyarakat Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), aktivitas pertambangan manual galena atau yang lebih dikenal sebagai batu hitam bukan sekadar pekerjaan.

Tambang tradisional ini telah menjadi denyut nadi perekonomian warga, menghidupi ratusan keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, harapan itu kini dibayangi ketidakpastian. Dalam beberapa waktu terakhir, isu penutupan aktivitas tambang terus bergulir dan memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Para penambang mengaku khawatir kehilangan satu-satunya sumber penghasilan yang selama ini menjadi sandaran hidup mereka.

Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya oknum-oknum yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun pihak lain yang diduga memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.

Sejumlah penambang mengaku mendapat tekanan, bahkan menyebut adanya dugaan praktik yang mengarah pada pemerasan sehingga semakin membebani kehidupan mereka.

Adi, salah seorang penambang asal Desa Tolutu, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya kini bekerja dalam rasa waswas.

“Kami hanya ingin mencari makan untuk keluarga. Setiap kali ada isu penutupan atau ada oknum yang datang memberi tekanan, kami jadi khawatir. Padahal ini sumber penghasilan kami,” ungkapnya.

Menurut Adi, pertambangan manual telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tolutu selama bertahun-tahun.

Aktivitas tersebut membuka kesempatan kerja bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat hadir memberikan solusi yang berpihak kepada masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dan stakeholder terkait tidak hanya hadir saat ada persoalan, tetapi juga mencarikan jalan keluar agar masyarakat tetap bisa bekerja dengan aman dan memiliki kepastian,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menginginkan adanya kepastian hukum, pembinaan, serta penataan aktivitas pertambangan rakyat agar dapat berjalan secara tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa menghilangkan mata pencaharian masyarakat.

Bagi warga Tolutu, tambang batu hitam bukan sekadar hasil bumi yang diangkat dari perut tanah.

Di balik setiap karung batu yang mereka angkut, tersimpan harapan untuk menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mempertahankan kehidupan.

Masyarakat pun berharap setiap kebijakan yang diambil mampu mengakomodasi kepentingan lingkungan sekaligus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi warga, sehingga keberlanjutan alam dapat berjalan beriringan dengan keberlangsungan hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan rakyat. (***)

Comment