NOTE24.ID – Ajang Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 berujung tragedi. Kecelakaan terjadi saat perlombaan berlangsung dan mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, sedikitnya 16 orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka dan cedera serius.
Para korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa mengerikan itu juga terekam dalam video amatir yang beredar. Dalam rekaman, sebuah kendaraan peserta terlihat melaju dengan kecepatan tinggi di lintasan sebelum kemudian mengalami kecelakaan.
Insiden tersebut memicu sorotan terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan ajang balap tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembatas lintasan yang disebut hanya menggunakan tali rafia.
Penggunaan tali rafia sebagai pembatas lintasan tersebut diduga tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan untuk kegiatan balap dengan kendaraan berkecepatan tinggi. Kondisi ini kini menjadi pertanyaan, mengingat posisi penonton yang berada di sekitar area lintasan.
Namun demikian, apakah sistem pembatas tersebut benar-benar melanggar SOP dan sejauh mana pengaruhnya terhadap terjadinya kecelakaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang serta panitia penyelenggara.
Tragedi ini sekaligus kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan secara ketat dalam setiap ajang balap, terutama yang melibatkan kendaraan dengan kecepatan tinggi dan menghadirkan penonton dalam jumlah besar.
Hingga berita ini diterbitkan, jumlah korban masih berdasarkan informasi sementara. Pihak terkait diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kecelakaan, kondisi para korban, serta standar keselamatan yang diterapkan dalam penyelenggaraan Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026.
Catatan: Informasi mengenai jumlah korban meninggal dunia dan dugaan pelanggaran SOP masih bersifat sementara dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang. (***)







Comment