NOTE24.ID – Kerukunan Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong (KMI-Parimo) di Gorontalo kembali memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia daerah melalui kegiatan Orientasi Pelatihan Kader Kedaerahan (OPKK) Angkatan III.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 September 2026, tersebut dipusatkan di Sekretariat KMI-Parimo, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
OPKK menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi. Melalui kegiatan ini, KMI-Parimo tidak hanya melakukan perekrutan anggota baru, tetapi juga menyiapkan mahasiswa asal Parigi Moutong yang menempuh pendidikan di Gorontalo agar memiliki kapasitas, wawasan, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Sekretaris Umum KMI-Parimo, Farel Kadjim, menegaskan bahwa proses kaderisasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial untuk merekrut anggota baru.
Menurutnya, OPKK merupakan pintu awal dalam membentuk generasi muda Parigi Moutong yang mampu berpikir kritis sekaligus mengambil peran dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Proses kaderisasi awal yang kami laksanakan bukan hanya sekadar seremonial perekrutan anggota baru. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan mahasiswa asal Parigi Moutong yang dapat membawa perubahan bagi daerah,” ujar Farel.
Ia mengatakan, para peserta juga dipersiapkan agar mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat. Selain memiliki kemampuan kepemimpinan, kader KMI-Parimo diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan organisasi KMI-Parimo, yakni membentuk anggota dan kader yang bertakwa, kritis, militan, berwawasan ilmu pengetahuan, serta menguasai teknologi.
Materi Kedaerahan Jadi Bagian Penting
Salah satu materi utama yang diberikan dalam OPKK Angkatan III adalah materi kedaerahan Parigi Moutong. Materi ini menjadi bagian dari sembilan materi yang diberikan selama proses kaderisasi.
Pembahasan mencakup berbagai aspek penting daerah, mulai dari sejarah, sosial, ekonomi, politik hingga budaya Parigi Moutong.
Farel menjelaskan, pemahaman terhadap daerah menjadi hal penting bagi mahasiswa asal Parigi Moutong. Sebab, sebagai generasi muda daerah, para kader tidak cukup hanya memiliki pengetahuan umum dan kemampuan kepemimpinan, tetapi juga harus memahami akar persoalan serta potensi daerah asalnya.
“Sebagai bentuk gerakan perubahan, materi kedaerahan wajib diperkenalkan kepada seluruh peserta OPKK Angkatan III. Dengan begitu, mereka tidak hanya diajarkan mengenai pengetahuan umum dan materi kepemimpinan, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata bagi perubahan dan pembangunan yang ada di Parigi Moutong,” jelasnya.
Ilham











Comment