NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) resmi membuka Program Magang Jepang Tahap Awal hasil kerja sama dengan Indonesia Nippon Anugerah (INA), Senin 28 September 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Futsal Kompleks Perkantoran Panango dan dibuka langsung oleh Bupati Bolsel, DR. (Cand.) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si.
Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dari lebih dari 70 peserta yang mendaftar, maksimal 50 orang nantinya akan dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya hingga proses keberangkatan ke Jepang.
Dalam arahannya, Bupati Iskandar Kamaru meminta seluruh peserta tidak hanya fokus pada tahapan seleksi, tetapi juga mempersiapkan diri secara menyeluruh, terutama dari sisi mental, fisik, dan kemampuan berbahasa Jepang.
“Bisa saja yang lolos kurang dari itu, tapi kuota maksimalnya adalah 50 orang. Maka dari itu, siapkan mental, fisik yang kuat, dan kemampuan berbahasa Jepang,” tegas Bupati Iskandar.
Menurutnya, tiga hal tersebut menjadi modal penting bagi peserta sebelum menghadapi lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang.
Bupati Iskandar juga membagikan pengalaman pribadinya saat mengikuti program magang di Jepang pada 2001.
Ia menilai keuletan, kedisiplinan, dan dedikasi dalam bekerja menjadi hal yang sangat dihargai di Jepang.
Pengalaman tersebut kembali ia rasakan saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Nakanoto pada Agustus 2026 lalu.
Kesempatan itu sekaligus menjadi motivasi bagi dirinya untuk mendorong lebih banyak generasi muda Bolsel mendapatkan pengalaman kerja di Jepang.
“Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan. Perkuat mental, fisik dan kemampuan berbahasa Jepang karena itu merupakan modal utama ketika bekerja di sana,” pesan Bupati Iskandar.
Sementara itu, pihak INA menjelaskan bahwa lembaganya telah mengantongi izin resmi untuk menyalurkan peserta program magang ke Jepang.
INA juga menyampaikan bahwa jumlah pekerja asing di Jepang terus mengalami peningkatan. Jepang disebut memiliki sistem perlindungan pekerja yang cukup baik, termasuk hak-hak pekerja dan jaminan asuransi.
Setelah mengikuti tahapan seleksi awal, peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap wawancara langsung yang dijadwalkan berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Bupati Iskandar mengungkapkan, program magang Jepang tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2020. Namun, pelaksanaannya baru dapat direalisasikan tahun ini setelah sebelumnya menghadapi sejumlah kendala teknis.
“Ke depan, Pemkab Bolsel menargetkan program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat Bolsel, tetapi berkembang menjadi pusat pelaksanaan program magang ke Jepang bagi seluruh wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR),” pungkasnya.
Ilham Ekaputra











Comment