NOTE24.ID – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Dr. (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menghadiri kegiatan World Coconut Day 2026 Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Courtyard by Marriott Manado.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah serta para pemangku kepentingan sektor kelapa.
Dalam kegiatan itu, Menko Pangan menegaskan bahwa sektor pertanian dan ketahanan pangan, termasuk komoditas kelapa, menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan nasional.
Kelapa dinilai memiliki potensi ekonomi dan nilai tambah yang besar sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, khususnya petani.
Pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas kelapa dari sektor hulu hingga hilir. Langkah tersebut mencakup penguatan perkebunan rakyat, penyediaan bibit unggul, peningkatan produktivitas hingga pengembangan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Sejumlah tantangan juga menjadi perhatian, di antaranya tanaman kelapa yang telah berusia tua, sistem pertanian yang masih tradisional serta masih tingginya ekspor kopra mentah dan kelapa bulat.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperkuat pembibitan sekaligus mendorong pembangunan industri pengolahan kelapa agar komoditas tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.
Indonesia juga mendorong negara-negara anggota International Coconut Community (ICC) memperkuat kerja sama dalam bidang riset, teknologi perbenihan, pengembangan varietas kelapa yang cepat berbuah, teknologi pengolahan serta perluasan akses pasar.
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, pengembangan sektor kelapa perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani.
“Kerja sama dan penguatan sektor kelapa ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi petani. Kita ingin komoditas kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi terus dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iskandar.
Bupati Iskandar menilai, penguatan sektor kelapa juga menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan di daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat.
“Yang terpenting adalah bagaimana potensi kelapa dapat dikelola secara berkelanjutan, produktivitas ditingkatkan dan hasilnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam menghadiri World Coconut Day 2026 tersebut, Bupati Bolsel didampingi Asisten II Setda Bolsel dan Kepala Dinas Pertanian Bolsel.
Ilham Ekaputra











Comment