NOTE24.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat.
Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., turun langsung meninjau pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun 2026 di SMP Negeri 1 Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis 15 Oktober 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai perencanaan, memenuhi ketentuan teknis, serta menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Iskandar didampingi Kepala SMPN 1 Molibagu dan Sekretaris Dinas Pendidikan Bolsel, Idwan Latjolai.
Kehadiran orang nomor satu di Bolsel itu sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Program revitalisasi sekolah tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Dana disalurkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ke rekening sekolah penerima manfaat.
Pelaksanaan program menggunakan mekanisme swakelola, sehingga pengelolaan pembangunan dilakukan langsung oleh pihak sekolah melalui panitia pembangunan sekolah.
Skema ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi komite sekolah dan masyarakat dalam mengawasi proses pembangunan.
Di sela-sela peninjauan, Bupati Iskandar menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan wujud perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Karena itu, setiap tahapan pelaksanaannya harus dijalankan secara bertanggung jawab dan mengutamakan mutu hasil pekerjaan.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Program revitalisasi ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen terhadap dunia pendidikan, yang turut didukung penuh oleh pemerintah daerah,” ujar Iskandar.
Ia juga meminta pihak sekolah, komite, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai petunjuk teknis, transparan, serta menghasilkan bangunan yang berkualitas.
“Saya minta pihak sekolah, komite, dan masyarakat bersama-sama mengawal pelaksanaannya agar transparan, akuntabel, sesuai petunjuk teknis, dan menghasilkan bangunan berkualitas,” tegasnya.
Menurut Iskandar, keberhasilan revitalisasi sekolah tidak cukup hanya dilihat dari rampungnya pembangunan fisik. Lebih dari itu, fasilitas yang dibangun harus benar-benar menunjang kenyamanan, keamanan, dan kelancaran proses belajar mengajar.
Oleh sebab itu, pengawasan bersama menjadi bagian penting untuk memastikan anggaran negara dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak langsung bagi peserta didik.
“Saya berharap melalui program revitalisasi tahun 2026, fasilitas pembelajaran di SMPN 1 Molibagu semakin memadai, lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bolsel,” pungkasnya.
Ilham











Comment