Dipeluk Sebagai Saudara: Warga Relokasi Gunung Ruang Resmi Jadi Keluarga Besar Bolsel

Bolsel129 Views

NOTE24.ID – Air mata haru dan rasa syukur menyelimuti kawasan Hunian Tetap (Huntap) di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Jumat 13 Februari 2026.

Setelah melewati hari-hari penuh ketidakpastian akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, ratusan warga akhirnya resmi menerima kunci rumah baru mereka—sebuah harapan baru untuk memulai kembali kehidupan.

Pemerintah pusat secara resmi menyerahterimakan kawasan huntap relokasi pascabencana erupsi Gunung Ruang kepada masyarakat terdampak asal Sitaro yang kini telah sah menjadi warga Kabupaten Bolsel.

Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid hadir langsung menyambut kedatangan keluarga-keluarga yang sebelumnya harus meninggalkan kampung halaman mereka di Tagulandang.

Turut hadir Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Sosial RI, unsur Forkopimda, Bupati Sitaro Cynthia Ingrid Kalangit bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas, serta jajaran pejabat lainnya.

Bagi para penyintas, momen ini bukan sekadar serah terima bangunan. Ini adalah tentang kepastian, tentang tempat berteduh yang aman bagi anak-anak mereka, dan tentang kesempatan untuk menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda oleh bencana.

Di hadapan warga, Bupati Iskandar menyampaikan pesan yang menyentuh.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Tagulandang yang direlokasi kini resmi berpindah administrasi kependudukan dan menjadi bagian dari keluarga besar Bolsel.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ini adalah awal yang baru, awal yang lebih baik bagi saudara-saudara kita,” ujarnya.

Dengan suara penuh empati, Bupati Iskandar yang dikenal dekat dengan masyarakat itu menegaskan bahwa sejak awal Pemkab Bolsel berkomitmen menerima para korban sebagai keluarga sendiri.

“Mereka adalah saudara kami. Kami juga pernah menjadi korban bencana. Kami tahu rasanya kehilangan. Ini tentang kemanusiaan. Selamat datang di Bolsel, semoga tempat ini menjadi hunian yang nyaman untuk kita semua,” ucapnya.

Sebanyak 287 unit rumah telah disiapkan dan dinyatakan siap huni. Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti puskesmas pembantu, PAUD, TK, SD, SMP, rumah ibadah, area olahraga, hingga sistem pengelolaan kawasan terintegrasi—agar warga tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dan keberlangsungan kehidupan sosial mereka.

Dari pihak kementerian disampaikan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan warga akan segera disesuaikan dengan data administrasi kependudukan terbaru, memastikan layanan kesehatan tetap terjamin bagi mereka yang benar-benar menetap di kawasan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan bahwa bencana adalah duka bersama, namun negara tidak tinggal diam.

“Terimalah saudara-saudara kita seperti masyarakat Bolsel sendiri. Hunian ini akan menjadi percontohan untuk pembangunan di Aceh dan juga rencana perumahan ASN Sulut ke depan,” ujarnya.

“Selamat datang di tempat yang baru, jagalah rumah dan lingkungan ini sebagaimana rumah kalian sendiri. Ini bukti bahwa negara hadir untuk rakyat,” imbuhnya.

Ichal

Comment