Pemkab Bone Bolango Targetkan Produktivitas Padi Capai 10 Ton per Hektare Lewat Pertanian Modern PM-AAS

Bone Bolango62 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango terus mempercepat transformasi sektor pertanian melalui penerapan sistem budidaya modern yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan hasil panen.

Melalui Gerakan Tanam Serempak Padi dengan Metode Pertanian Modern Adventure Agriculture System (PM-AAS), Pemkab Bone Bolango menargetkan produktivitas padi meningkat dari rata-rata 5–6 ton menjadi sedikitnya 10 ton per hektare sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menghadiri Gerakan Tanam Serempak Padi Metode PM-AAS yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani Mutiara, Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Bupati Ismet Mile, penerapan metode PM-AAS menjadi langkah strategis dalam mendorong modernisasi pertanian di Bone Bolango.

“Sistem ini mengubah pola budidaya padi dari cara konvensional menuju pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga diharapkan mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi,” ujar Ismet.

Ismet mengatakan kegiatan ini sangat menarik karena cara pengelolaan pertanian sudah berubah dari kebiasaan manual menjadi sistem yang modern.

“Mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, pengairan, pemupukan hingga pengendalian hama dilakukan secara terpadu dan berdasarkan kaidah ilmiah,” katanya.

Ia menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal oleh para petani agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan. Karena itu, Pemkab Bone Bolango terus mendorong petani untuk beradaptasi dengan berbagai inovasi di sektor pertanian.

“Kalau selama ini hasil panen rata-rata masih di kisaran 5 sampai 6 ton per hektare, melalui sistem modern ini kita berharap bisa meningkat hingga mencapai 10 ton per hektare. Ini harus menjadi semangat bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Bupati Ismet juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani, untuk bersama-sama mengembangkan pertanian modern agar Bone Bolango mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap produksi pangan, baik di tingkat Provinsi Gorontalo maupun nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, menjelaskan Gerakan Tanam Serempak PM-AAS dilaksanakan serentak di enam titik di Provinsi Gorontalo sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian pasca pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan.

Ia mengungkapkan bahwa metode PM-AAS merupakan bagian dari program nasional yang menargetkan penerapan pertanian modern pada lahan seluas satu juta hektare di seluruh Indonesia.

“Untuk Provinsi Gorontalo ditargetkan seluas 6.500 hektare, sedangkan Kabupaten Bone Bolango mendapat target 1.313 hektare. Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Gorontalo,” jelas Roswaty.

Menurutnya, besarnya target tersebut menjadi bukti kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi pertanian Bone Bolango sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.

Roswaty berharap sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani terus diperkuat agar target luas tanam serta peningkatan produktivitas dapat tercapai secara optimal.

“Melalui penerapan metode PM-AAS, saya optimistis produktivitas padi akan meningkat secara signifikan, tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta mewujudkan sektor pertanian Bone Bolango yang semakin modern, maju, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Ichal

Comment