Wabup Deddy Evaluasi Program MBG Bolsel, Tekankan Integritas dan Kualitas Gizi

Bolsel77 Views

NOTE24.ID – Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Selatan Deddy Abdul Hamid, memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kabupaten.

Rapat yang juga menegaskan komitmen daerah terhadap program strategis nasional itu berlangsung di Ruang Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin 11 Mei 2026.

Sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Bolsel, Deddy memimpin langsung jalannya evaluasi yang dihadiri pimpinan perangkat daerah anggota Tim Satgas MBG, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG), para Kepala SPPG, hingga jajaran ketua yayasan.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek pelaksanaan program menjadi perhatian utama, mulai dari pemenuhan standar gizi, tata kelola anggaran, kesiapan sumber daya manusia, hingga optimalisasi keterlibatan mitra lokal dalam mendukung keberhasilan program.

Dalam arahannya, Wabup Deddy menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanah besar dari pemerintah pusat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat, baik pengelola SPPG maupun vendor penyedia kebutuhan program, agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan benar-benar memastikan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Saya meminta seluruh pelaksana, baik SPPG maupun vendor, agar mengutamakan integritas. Jangan semata-mata mengejar keuntungan, tetapi pastikan kualitas gizi yang diberikan sesuai dengan porsi anggaran. Ini demi kesehatan anak-anak kita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya,” tegas Deddy.

Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang wajib dijaga.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat kini dapat memantau langsung kualitas pelayanan pemerintah melalui media sosial dan berbagai kanal informasi lainnya.

Selain fokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, Deddy juga menekankan pentingnya dampak ekonomi dari pelaksanaan program MBG bagi daerah.

Ia menginstruksikan agar bahan baku makanan yang digunakan dalam program tersebut diprioritaskan berasal dari pemasok lokal di wilayah Bolsel.

Langkah itu dinilai penting untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan program di daerah.

“Optimalisasi sumber daya lokal harus menjadi prioritas guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bolsel. Dengan target pengembangan hingga 11 dapur MBG yang direalisasikan secara bertahap, sinergi antara ahli gizi dan Tim Satgas harus semakin solid,” tandasnya.

Ilham Ekaputra 

Comment