NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo terus memperkuat komitmennya dalam menjamin perlindungan serta pemenuhan hak perempuan dan anak.
Hal ini diwujudkan melalui peluncuran status Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang terintegrasi dengan Program Ruang Bersama Indonesia, yang secara resmi diresmikan di Desa Bongo III, Kecamatan Wonosari.
Acara peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali.
Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali menegaskan bahwa penetapan dan pengembangan desa ramah perempuan serta peduli anak merupakan langkah nyata dan strategis pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan hidup yang aman, nyaman, dan inklusif.
“Langkah ini bertujuan memberikan ruang tumbuh dan berkembang yang sehat serta bermartabat bagi perempuan dan anak di wilayah tingkat desa,” ujar Lahmuddin.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, kelompok perempuan dan anak masih tergolong rentan terhadap berbagai risiko kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang tidak adil dan tidak berpihak pada kepentingan terbaik mereka.
“Keberhasilan pelaksanaan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, hingga setiap keluarga sebagai garda terdepan perlindungan,” jelasnya.
Melalui Program Ruang Bersama Indonesia, Lahmuddin berharap terbentuk wadah kerja sama yang kokoh antar berbagai pihak.
“Hal ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan segala bentuk kekerasan, meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan hak-hak perempuan dan anak, serta menumbuhkan budaya saling peduli dan saling mendukung di lingkungan masyarakat,” harapnya.
Ia menambahkan, penetapan Desa Bongo III sebagai lokasi percontohan diharapkan dapat menjadi teladan dan acuan positif bagi desa-desa lain di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo.
“Dengan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, tujuan mewujudkan wilayah yang ramah bagi perempuan dan menjamin hak tumbuh kembang anak secara optimal dapat tercapai secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Taufik Bouty











Comment