NOTE24.ID – Bupati Boalemo Rum Pagau menegaskan peran strategis kepala desa dan perangkat desa sebagai ujung tombak pelaksanaan pemerintahan sekaligus penggerak utama pembangunan di tingkat desa.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Wonosari di Balai Pelatihan Umum (BPU), pada Kamis 21 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali.
Menurut Rum Pagau, pemerintah desa diberikan ruang otonomi yang luas dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga hal tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas, inovasi, pembentukan karakter, profesionalisme, wawasan, serta integritas aparatur.
Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab yang dipikul kepala desa dan perangkat desa sangat besar.
“Oleh karena itu, seluruh aparatur dituntut mampu menjalankan tugasnya dengan baik, senantiasa berpegang pada ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menjaga fakta integritas yang telah disepakati bersama,” ujar Rum Pagau.
Bupati Rum Pagau bahkan menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi kepala desa yang melakukan pelanggaran serius.
“Apabila terdapat kepala desa yang melanggar ketentuan, mohon maaf, saya tidak segan-segan menandatangani surat pemecatan. Terutama jika pelanggaran tersebut berkaitan dengan hal-hal yang dilarang dalam fakta integritas yang telah disepakati bersama,” tegasnya.
Selain aspek kedisiplinan dan integritas, Bupati juga meminta pemerintah desa memastikan penyaluran bantuan kepada masyarakat dilakukan secara adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia mengingatkan agar pemberian bantuan tidak diprioritaskan kepada keluarga atau kelompok tertentu saja.
“Pemerintah desa juga diimbau untuk memperhatikan aturan terkait larangan pemberian bantuan secara berulang kepada penerima yang sama,” pintanya.
Pada kesempatan tersebut, Rum Pagau turut menyoroti kondisi perekonomian masyarakat di daerahnya.
Menurutnya, terdapat persoalan mendasar yang perlu segera dievaluasi secara menyeluruh, mengingat Kabupaten Boalemo dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Provinsi Gorontalo, namun tingkat kesejahteraan petani di wilayah tersebut masih memprihatinkan.
“Mengapa kita menjadi daerah penghasil jagung terbesar, namun petani kita masih hidup dalam kemiskinan? Hal ini harus segera dievaluasi. Saya sangat prihatin melihat keadaan tersebut,” ujarnya.
Sebagai langkah penyelesaian persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo tengah mendorong berbagai program pengembangan ekonomi masyarakat yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam jangka panjang.
Salah satu program yang disiapkan pada Tahun Anggaran 2026 adalah pembagian sekitar 2.000 bibit durian Musang King premium kepada masyarakat, yang merupakan kelanjutan dari pembagian 4.000 bibit serupa pada tahun sebelumnya.
Selain komoditas durian, Boalemo juga akan menerima bantuan sekitar 2.000 bibit kakao dari Kementerian Pertanian.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan komoditas unggulan lainnya, antara lain kelapa sawit dan pala.
Rum Pagau berharap seluruh kepala desa dan perangkat desa dapat menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program tersebut.
Dukungan dari pemerintah desa dinilai sangat penting agar pengembangan komoditas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat benar-benar berdampak nyata terhadap peningkatan pendapatan warga.
“Semoga melalui program-program yang telah kita canangkan ini, kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Boalemo dapat berubah menjadi lebih baik dan tingkat kesejahteraannya meningkat.
Saya berharap seluruh kepala desa dan perangkat desa dapat memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo,” harapnya.
“Melalui penguatan kapasitas aparatur desa dan pelaksanaan program ekonomi yang berkelanjutan, saya berharap pembangunan di tingkat desa dapat berjalan semakin efektif serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tandasnya.
Taufik Bouty











Comment