NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo terus memperkuat strategi pengembangan sektor peternakan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang reproduksi ternak.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Calon Inseminator Angkatan IV Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, di Balai Inseminasi Buatan Lembang, Minggu 30 Agustus 2026.
Sebanyak 13 peserta utusan Kabupaten Boalemo mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 21 hari.
Para peserta akan mendapatkan pembelajaran teori dan praktik dengan bimbingan instruktur berkompeten di Balai Inseminasi Buatan Lembang.
Dalam arahannya, Bupati Rum Pagau meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberadaan tenaga inseminator yang memiliki kompetensi menjadi kebutuhan penting dalam mendorong kemajuan peternakan di Boalemo.
“Keberadaan tenaga inseminator yang handal merupakan kebutuhan mendasar dalam pengembangan usaha peternakan di Boalemo,” ujar Rum Pagau.
Ia menegaskan, kesempatan mengikuti pelatihan selama 21 hari harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Setelah kembali ke daerah, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk membantu para peternak.
“Selama 21 hari ke depan, manfaatkanlah kesempatan ini untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Setelah kembali ke Boalemo, ilmu yang diperoleh harus dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya para peternak,” tegasnya.
Dorong Populasi dan Kualitas Ternak
Bupati menjelaskan, peningkatan kapasitas calon inseminator merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mewujudkan sektor peternakan yang lebih produktif.
Penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) diharapkan mampu meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus mendorong peningkatan angka kelahiran sapi secara berkelanjutan.
Lebih dari itu, penguatan sumber daya manusia di bidang reproduksi ternak juga memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari upaya kita mendukung terwujudnya swasembada protein, khususnya di Provinsi Gorontalo dan lebih khusus lagi di Kabupaten Boalemo. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar mampu bekerja dan memberikan manfaat nyata kepada para peternak,” jelas Rum Pagau.
Bupati berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan nantinya dapat kembali ke Boalemo dengan kompetensi yang siap diterapkan di lapangan.
Para inseminator juga diharapkan mampu memberikan pelayanan hingga ke wilayah pelosok desa yang membutuhkan.
Investasi SDM untuk Masa Depan Peternakan
Pemkab Boalemo menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian dan peternakan tetap menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi daerah.
Pengembangan potensi peternakan dinilai membutuhkan dukungan teknologi, tenaga profesional, serta kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat peternak.
Pelatihan di Lembang menjadi salah satu bentuk investasi pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia.
Perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada penyediaan bibit ternak dan pembangunan sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kemampuan tenaga teknis yang akan berhadapan langsung dengan para peternak.
Dengan bertambahnya tenaga inseminator yang kompeten, Pemkab Boalemo optimistis produktivitas dan populasi sapi dapat terus meningkat. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan protein hewani sekaligus mendukung terwujudnya swasembada protein di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo Prof. Nurdin serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo Andi Faizal Hurudji.
Taufik Bouty











Comment