NOTE24.ID – Reakreditasi RSUD Toto Kabila tidak boleh berhenti pada perubahan status semata.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile ingin momentum tersebut menjadi titik awal pembenahan menyeluruh, terutama dalam memperkuat tenaga dokter dan meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien.
Targetnya jelas: RSUD Toto Kabila naik kelas dari tipe C menjadi tipe B.
Hal itu disampaikan Ismet Mile saat menghadiri Kick Off Reakreditasi RSUD Toto Kabila, sekaligus Soft Launching SITATA-RSTK dan Inovasi Pagar Pasien, yang digelar di halaman RSUD Toto Kabila, Jumat 11 September 2026.
Menurut Ismet, peningkatan tipe rumah sakit akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap kualitas pelayanan. Selain meningkatkan kepercayaan masyarakat, perubahan status tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi dukungan pemerintah pusat, baik dari sisi alat kesehatan, fasilitas maupun pembangunan ruang pelayanan.
Karena itu, Pemkab Bone Bolango berkomitmen memberikan dukungan melalui APBD.
“Saya akan lakukan ini pada tahun 2027. APBD saya akan cantumkan itu agar ada perubahan sedikit di rumah sakit ini,” ujar Ismet.
Namun, di balik target kenaikan kelas tersebut, Ismet menilai penguatan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter, menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Ia meminta Direktur RSUD Toto Kabila segera memetakan kebutuhan dokter dan tenaga medis sesuai dengan jenis layanan yang ingin dikembangkan. Jika tenaga dengan kompetensi tertentu belum tersedia, rumah sakit diminta aktif membangun kerja sama dengan perguruan tinggi maupun institusi kesehatan.
“Kalau ada yang masih kurang, tolong hubungi berbagai perguruan tinggi,” tegasnya.
Ismet menilai keterbatasan tenaga medis maupun peralatan kesehatan masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan sejumlah penyakit. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain, bahkan hingga ke luar daerah.
Karena itu, menurutnya, peningkatan akreditasi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan nyata rumah sakit dalam memberikan pelayanan dan menangani pasien.
Selain tenaga dokter, Ismet juga menyoroti pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama Unit Gawat Darurat (UGD).
Ia meminta alur pelayanan di UGD diperbaiki agar pasien mendapatkan penanganan secara cepat. Pasien yang telah selesai menjalani pemeriksaan dan dinyatakan membutuhkan perawatan lanjutan juga harus segera diarahkan ke kamar perawatan.
“Jangan sampai pasien sudah selesai diperiksa tetapi masih menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kamar,” pintanya.
Tak hanya soal tenaga dan sistem pelayanan, wajah RSUD Toto Kabila juga diminta ikut dibenahi.
Ismet mendorong adanya pembaruan interior dan tampilan rumah sakit sehingga lebih nyaman, bersih dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Bagi Ismet, kenyamanan lingkungan rumah sakit turut memengaruhi kepercayaan masyarakat ketika datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ismet menegaskan, seluruh pembenahan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan: masyarakat Bone Bolango mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, cepat dan berkualitas.
“Dengan peningkatan akreditasi dari tipe C ke tipe B ini akan berdampak maksimal terhadap proses pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia pun berharap proses reakreditasi RSUD Toto Kabila tidak hanya menghasilkan predikat atau status baru, tetapi benar-benar menjadi momentum naik kelas secara menyeluruh.
“Mulai dari penguatan tenaga dokter, peningkatan fasilitas dan alat kesehatan, percepatan pelayanan UGD hingga pembenahan lingkungan rumah sakit, seluruhnya harus bergerak bersama untuk menjadikan RSUD Toto Kabila sebagai rumah sakit daerah yang semakin mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Ichal











Comment