Karawo hingga Kuliner Lokal, Dekranasda Bone Bolango Perluas Promosi UMKM

Bone Bolango59 Views

NOTE24.ID – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bone Bolango memanfaatkan momentum kunjungan istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, untuk memperkenalkan potensi kerajinan dan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah.

Melalui stan pameran yang digelar di Gedung GPCC Kota Gorontalo, Selasa (13/10/2026), Dekranasda Bone Bolango menampilkan beragam produk lokal, mulai dari kain karawo khas Gorontalo, aksesori etnik, hingga aneka makanan olahan.

Kegiatan ini berlangsung di sela-sela agenda kunjungan Selvi Ananda bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih.

Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM Bone Bolango.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone Bolango, Eriana Pajria Ningsih, mengatakan partisipasi Dekranasda dalam pameran ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan Ketua Dekranasda Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan produk lokal agar semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai jual, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil karya perajin dan pelaku usaha lokal agar semakin dikenal, memiliki nilai jual, dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas,” ungkap Eriana.

Salah satu produk yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut adalah kain karawo, kerajinan sulaman khas Gorontalo yang memiliki keunikan pada proses pengerjaannya.

Teknik tradisional ini mengandalkan ketelitian dalam mengiris bagian tertentu pada kain, kemudian menyulam benang hingga membentuk motif yang indah.

Proses pengerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus membuat karawo memiliki nilai seni dan budaya tersendiri. Namun, teknik pengerjaan tradisional tersebut kini semakin jarang ditemukan.

“Berbeda dengan yang lain, produk ini menggunakan metode lama. Sekarang sudah agak jarang ditemukan orang yang menggunakan metode tersebut,” jelas Eriana.

Tak hanya mengandalkan nilai budaya, kain karawo yang ditampilkan juga memiliki potensi untuk menembus pasar internasional.

Eriana menjelaskan, produk tersebut telah memenuhi standar ekspor dan beberapa kali dikirim ke Jepang.

Sebelum dipasarkan ke luar negeri, produk karawo terlebih dahulu melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas kain dan kerapian benang tetap terjaga. Hal ini menjadi bagian penting dalam mempertahankan mutu produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Selain kain karawo, Dekranasda Bone Bolango turut memperkenalkan aksesori etnik berupa kalung bermotif karawo. Inovasi ini memperlihatkan bahwa kerajinan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih variatif dan mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

Di sektor kuliner, stan pameran juga menghadirkan berbagai produk makanan olahan, di antaranya keripik bawang yang, menurut keterangan saat diperkenalkan, dibuat tanpa penyedap rasa dan bahan pengawet. Produk lainnya ditawarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp16.000, Rp20.000 hingga Rp25.000.

Kehadiran beragam produk tersebut menunjukkan bahwa potensi UMKM Bone Bolango tidak hanya bertumpu pada kerajinan tangan, tetapi juga mencakup sektor pangan olahan yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan

Melalui pameran ini, Dekranasda Bone Bolango berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional.

Promosi secara langsung juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang transaksi dengan konsumen baru.

Ichal

Comment