NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan tata kelola satuan pendidikan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran serta Peningkatan Tata Kelola Sekolah melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) jenjang SD dan SMP.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara itu dibuka langsung Bupati Bolsel, Dr. (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan kompetensi guru.
“Karena itu, para tenaga pendidik diminta aktif memanfaatkan berbagai kesempatan pelatihan maupun uji kompetensi untuk terus meningkatkan kapasitas,” kata Iskandar.
Menurutnya, pengembangan kemampuan guru harus menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan. Jangan sampai kesempatan yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan justru tidak dimanfaatkan,” ujar Iskandar.
Dijelaskan, Pemkab Bolsel telah menjalin kerja sama dengan BPMP Sulut melalui Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah.
“Pemerintah daerah berupaya memanfaatkan berbagai dukungan dan kolaborasi untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan tetap berjalan,” jelasnya.
Literasi dan Numerasi Bukan Sekadar Baca dan Hitung
Bupati Iskandar juga menekankan bahwa literasi dan numerasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Lebih dari itu, literasi dan numerasi merupakan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menganalisis persoalan, hingga menemukan solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penguatan literasi dan numerasi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu, tetapi harus diterapkan dalam berbagai proses pembelajaran.
“Literasi dan numerasi harus menjadi budaya di sekolah. Ini bukan hanya soal membaca, menulis atau berhitung, tetapi bagaimana anak mampu memahami informasi dan menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Bupati Iskandar juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penggunaan telepon genggam, laptop, serta berbagai sumber belajar digital diharapkan dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung proses belajar mengajar.
Hal tersebut semakin penting seiring berkembangnya model pembelajaran dan soal-soal yang membutuhkan kemampuan siswa memahami informasi sebelum menyelesaikan persoalan, termasuk dalam pembelajaran matematika.
Rapor Pendidikan Harus Jadi Cermin dan Kompas
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iskandar turut menekankan pentingnya pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai instrumen untuk memperbaiki mutu sekolah.
Rapor Pendidikan, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai dokumen evaluasi. Data tersebut harus menjadi cermin untuk melihat kondisi sekolah, sekaligus kompas dalam menyusun program dan perencanaan pendidikan.
Karena itu, seluruh satuan pendidikan diminta menjaga integritas data dan tidak melakukan manipulasi dalam pengisian maupun pengelolaan Rapor Pendidikan.
“Rapor Pendidikan harus menjadi dasar untuk melihat apa yang masih kurang dan apa yang harus diperbaiki. Dari sana kita menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan sekolah,” tegasnya.
Dorong Pemenuhan Tenaga Pendidik
Iskandar Kamaru juga mengungkapkan bahwa Bolsel masih menghadapi kebutuhan tenaga pendidik pada sejumlah bidang studi, di antaranya pendidikan agama, kesenian, dan olahraga.
Pemerintah daerah terus melakukan penataan tenaga non-ASN. Prioritas pengangkatan PPPK menjadi ASN diarahkan antara lain kepada tenaga guru, perawat, dan tenaga teknis.
Pemkab Bolsel menargetkan ke depan tidak lagi terdapat tenaga guru yang berstatus honorer.
Di sisi lain, Bupati menyampaikan perkembangan pembangunan sumber daya manusia Bolsel yang tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dari sekitar 65 pada 2018, IPM Bolsel kini telah mencapai 70,54.
BPMP Apresiasi Komitmen Pemkab Bolsel
Sementara itu, Kepala BPMP Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Bolsel dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap tim mitra kerja BPMP Sulut dari Bolsel yang berhasil menempati peringkat pertama.
Menurutnya, penguatan pendidikan juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan korupsi. Pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini sebagai langkah preventif agar insan pendidikan memahami pentingnya integritas dan tata kelola yang baik.
BPMP Sulut juga mendorong para guru dan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan dukungan yang tersedia sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Bolsel. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
Sekolah itu nantinya diperuntukkan bagi masyarakat Bolsel dengan fasilitas pendidikan yang diberikan secara gratis, termasuk laptop dan lima pasang seragam. Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah juga direncanakan berstatus sebagai pegawai pemerintah pusat.
Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut berbeda dengan Sekolah Rakyat di bawah Kementerian Sosial maupun Sekolah Nasional Garuda yang memiliki mekanisme seleksi secara nasional.
Bupati kemudian meminta seluruh peserta Bimtek mengikuti kegiatan dengan aktif dan sungguh-sungguh. Yang lebih penting, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi diterjemahkan menjadi rencana tindak lanjut yang nyata di masing-masing sekolah.
“Jangan hanya selesai di Bimtek. Harus ada tindak lanjut dan perubahan nyata di sekolah,” pesan Bupati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPMP Sulawesi Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel, Kepala Dinas Pendidikan, anggota PAKSI Sulut, jajaran pejabat dan tim kerja BPMP Sulut, pejabat Eselon III dan IV, panitia Dinas Pendidikan, serta peserta Bimtek jenjang SD dan SMP.
Ilham Ekaputra











Comment