Bimtek Pengelolaan BOSP, Bupati Ismet Mile Tegaskan Jangan Main-Main Kelola Dana Pendidikan

Bone Bolango80 Views

NOTE24.ID – Bupati Bone Bolango Ismet Mile memberikan penekanan tegas kepada para kepala sekolah, bendahara dan pengelola keuangan agar tidak main-main dalam mengelola Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Pesan tersebut disampaikan Ismet saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Bantuan Dana Operasional Satuan Pendidikan Tahun 2026 jenjang SMP, yang digelar di Hotel Aston Kota Gorontalo, Kamis 1 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Ismet Mile menegaskan bahwa setiap dana yang masuk ke satuan pendidikan harus digunakan sesuai peruntukan, berpedoman pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis), serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, pengelolaan anggaran bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi merupakan tanggung jawab yang memiliki konsekuensi apabila pelaksanaannya menyimpang dari ketentuan.

“Yang mutlak adalah bagaimana saudara-saudara setelah pulang ke sekolah, pemanfaatan dana ini terarah pada peruntukannya. Ada juklak, ada juknis. Ikuti saja juklak dan juknisnya agar tidak salah-salah,” tegas Ismet.

Ia mengatakan, hampir seluruh kegiatan pemerintahan bersentuhan dengan pengelolaan keuangan. Karena itu, setiap orang yang diberi kepercayaan mengelola anggaran harus memiliki disiplin, memahami aturan dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Ismet juga mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan Bimtek selama dua hari tentu belum mampu menjawab seluruh persoalan teknis yang mungkin dihadapi dalam pengelolaan keuangan.

“Dua hari tidak mampu untuk menampung ilmu yang implementatif menjangkau berbagai penyelewengan,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap Bimtek tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman antara kepala sekolah, bendahara dan pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan sekolah.

Ia meminta pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta. Pemahaman tersebut harus diteruskan kepada seluruh pihak yang menangani keuangan di sekolah, sehingga setiap tahapan pengelolaan dana memiliki pijakan aturan yang sama.

Bupati Ismet juga menekankan bahwa kehati-hatian harus diterapkan sejak tahap perencanaan, penggunaan hingga pertanggungjawaban anggaran.

“Juklak dan juknis bukan untuk mempersulit sekolah dalam menggunakan anggaran, melainkan menjadi pedoman agar dana pendidikan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan yang diperbolehkan dan memberikan manfaat bagi peserta didik,” jelas Ismet.

Di sisi lain, Ismet mengingatkan para kepala sekolah agar tidak hanya memandang tugasnya sebagai pengelola anggaran. Lebih dari itu, mereka memiliki tanggung jawab utama dalam menjalankan fungsi pendidikan dan membentuk generasi masa depan.

“Tugas saudara tidak hanya sekadar mengelola keuangan. Yang utama itu adalah sebagai guru, sebagai pendidik,” katanya.

Ia menilai kualitas pendidikan saat ini akan menentukan wajah masyarakat dan daerah di masa mendatang. Dari tangan guru dan kepala sekolah, generasi yang kelak menjadi pemimpin, pejabat, tenaga profesional hingga mitra pembangunan sedang dipersiapkan.

Karena itu, Ismet meminta seluruh peserta Bimtek mampu menjaga keseimbangan antara tertib mengelola anggaran dan serius menjalankan tugas pendidikan.

Ia pun menutup arahannya dengan pesan agar kualitas seorang aparatur maupun tenaga pendidik tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi terutama dari kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

“Bukan cantik wajah, bukan ganteng wajah, tapi cantik dan ganteng dalam melakukan tugas,” tutupnya.

Ichal

Comment