Bupati Bolsel Dorong Mandi Safar Lihu lo Lilu Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional

Bolsel, Infotorial230 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya daerah sebagai bagian penting dari identitas masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bolsel, Cand (Dr) Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelestarian Adat dan Tradisi Budaya Mandi Safar “Lihu lo Lilu” Tahun 2026, di Muara Sungai Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Rabu 12 Agustus 2026.

Didampingi Ketua TP PKK Bolsel, Selpian Kamaru Manopo, kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Mempererat Persaudaraan, Menjaga Kearifan Lokal”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Camat Tomini, Siska Saripi, S.AP., mengatakan tradisi Mandi Safar “Lihu lo Lilu” memiliki makna penting bagi masyarakat Tomini.

“Tradisi tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat tali persaudaraan sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Siska.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bolsel dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Pemerintah Kecamatan Tomini berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi leluhur tersebut setiap tahun,” kata Siska.

Dukungan terhadap pelestarian tradisi Mandi Safar juga disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.

Ia mengapresiasi konsistensi masyarakat Tomini dalam mempertahankan tradisi tersebut dan mendorong agar Mandi Safar “Lihu lo Lilu” dapat segera diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat diharapkan turut membantu melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan. Upaya pelestarian juga didorong dimulai dari lingkungan keluarga sebagai ruang pertama dalam mengenalkan budaya dan tradisi kepada generasi penerus.

Menanggapi hal itu, Bupati Iskandar Kamaru menegaskan bahwa Pemkab Bolsel telah mengusulkan tradisi Mandi Safar tersebut sejak tahun sebelumnya.

“Tradisi Mandi Safar ini sudah kami usulkan sejak tahun lalu. Saat ini pemerintah daerah terus bergerak melengkapi beberapa dokumen pendukung yang masih kurang agar proses verifikasinya dapat berjalan dengan baik,” jelas Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa sejumlah kekayaan komunal Bolsel telah berhasil didaftarkan sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan budaya daerah, di antaranya Tarian Pinahangi dan Pernikahan Adat Bolango.

“Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kekayaan budaya Bolsel memiliki perlindungan sekaligus dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan Doa Safar tersebut, Bupati Iskandar Kamaru turut mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa agar Kabupaten Bolsel senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga rasa kekeluargaan, memperkuat persatuan dan gotong royong, serta menghindari berbagai bentuk perselisihan.

“Budaya bukan hanya tentang tradisi yang kita laksanakan, tetapi juga tentang nilai persaudaraan, kebersamaan dan kearifan yang harus kita jaga bersama,” pesannya.

Infotorial

Comment