NOTE24.ID – Bupati H. Iskandar Kamaru secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grand Whiz Manado.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh wilayah Bolsel.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan pandangan yang jujur dan transparan mengenai kondisi fiskal daerah saat ini.
Ia menekankan bahwa saat ini pemerintah berada di era efisiensi yang menuntut pengelolaan anggaran yang lebih cermat.
Bupati Iskandar memaparkan bahwa saat ini Dana Alokasi Umum (DAU) untuk sektor Kesehatan dan Pendidikan belum ditransfer dari pemerintah pusat.
“Hal ini berdampak langsung pada pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dan iuran BPJS sebuah situasi yang saat ini terjadi secara merata di seluruh Indonesia,” ujar Iskandar.
Bahkan, Bupati Iskandar menambahkan bahwa pada tahun depan, jika aturan alokasi 30% gaji dari DAU diterapkan, akan ada penyesuaian berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bolsel.
“Beberapa daerah lain di Indonesia bahkan telah mempertimbangkan langkah drastis seperti merumahkan tenaga PPPK,” tambahnya.
Namun, Iskandar Kamaru memberikan penegasan dan jaminan yang kuat kepada seluruh jajaran yang hadir:
“Semua ini akan tetap kita hadapi bersama. Pemerintah Daerah siap bertanggung jawab penuh, terus berusaha mencari solusi, dan memastikan hak-hak seperti gaji PPPK dan iuran BPJS akan tetap dibayarkan,” tegasnya.
Di samping tantangan anggaran, Bupati juga memaparkan rapor kesehatan Kabupaten Bolsel yang menunjukkan sejumlah prestasi membanggakan, sekaligus beberapa catatan yang masih perlu perbaikan:
Peringkat 1 Se-Sulawesi Utara: Bolsel sukses meraih peringkat pertama di tingkat provinsi dalam pelaksanaan pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Tren Penurunan Signifikan: Angka pencegahan stunting serta Angka Kematian Ibu dan Anak di Bolsel terus menunjukkan grafik penurunan yang positif.
Pengembangan Posyandu: Layanan Posyandu kini telah berhasil dikembangkan untuk mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Perhatian Khusus TB Paru: Kasus Tuberkulosis (TB) Paru masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan intervensi dan fokus penanganan yang lebih serius.
Kontrol Penyakit Menular: Pengendalian dan kontrol penyebaran HIV/AIDS terus berjalan secara intensif.
Akselerasi Layanan Pustu: Bupati menginstruksikan agar pengisian personel Puskesmas Pembantu (Pustu) segera diselesaikan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) secara langsung.
Bupati secara khusus meminta setiap Kepala Puskesmas (Kapus) untuk proaktif berkoordinasi dengan para Camat.
“Sinergi ini diperlukan untuk mengedukasi masyarakat yang masih enggan melakukan pemeriksaan kesehatan atau belum memahami prosedur penggunaan obat-obatan yang benar,” jelasnya.
Menutup arahannya terkait Monev, Bupati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan dan berpesan agar mereka terus melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa tebang pilih.
Infotorial











Comment