Semangat Lestarikan Budaya, Siswa SDN 1 Botumoito Tampilkan Tari BITEYA

Boalemo241 Views

NOTE24.ID – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya di SD Negeri 01 Botumoito, Selasa 12 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Desa Patoameme, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo itu menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas para siswa.

Pelaksanaan ujian praktik tersebut dibagi dalam dua kategori penilaian, yakni Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) bagi siswa Kelas 6 dan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) untuk siswa Kelas 1 hingga Kelas 5.

Tidak hanya menjadi bagian dari penilaian akademik, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap seni dan budaya daerah.

Berbagai penampilan seni tari dan pertunjukan budaya ditampilkan oleh para siswa dengan penuh antusias.

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah Tari BITEYA yang dibawakan siswa Kelas 3 Kelompok 1.

Tarian tradisional khas daerah tersebut tampil memukau di hadapan guru, siswa, dan orang tua yang hadir menyaksikan kegiatan.

Dengan gerakan yang luwes, semangat tinggi, serta kekompakan yang terjaga, para penari berhasil menghadirkan pertunjukan yang menghibur sekaligus membanggakan.

Penampilan mereka pun mendapat apresiasi meriah dari para penonton.

Adapun siswa Kelas 3 anggota Kelompok 1 penari BITEYA yakni Almubarok Mopatu, Khayla Almira M. Nono, Sidik Bouty, Agustina Putri Duna, Hafidz Alfarish Otoluwa, Ameliya Oktaviani Hunowu, Mohamad Rizki Karim, Nabila Hamzah, Arsad Putra Abdullah, dan Wilan Putri Lahat.

Kepala SD Negeri 01 Botumoito, Yuliyanti Ismail, S.Pd., bersama seluruh tenaga pendidik menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Menurut pihak sekolah, kegiatan ujian praktik seni budaya ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah sejak usia dini.

Taufik Bouty 

Comment