NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan laju pembangunan.
Sebaliknya, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program yang disalurkan oleh pemerintah pusat, dengan total nilai yang diperkirakan mencapai hampir Rp2 triliun sepanjang tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau, setelah memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Alun-alun Tilamuta, pada Senin 17 Agustus 2026.
Menurut Rum, pemusatan pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan di ibu kota kabupaten merupakan salah satu langkah efisiensi yang diambil.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan secara terpisah di setiap kecamatan, tahun ini seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat berkumpul di satu lokasi di Tilamuta.
Kebijakan tersebut tidak hanya berfungsi untuk menekan pengeluaran, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kerja sama antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh lapisan masyarakat.
“Hal ini dilakukan agar kita dapat menghemat anggaran, terjadilah efisiensi.
Namun dengan berkumpulnya semua pihak di satu tempat, suasana kegiatan menjadi lebih khidmat,” ujar Rum.
Ia berpendapat bahwa keterbatasan anggaran tidak mengurangi semangat dan semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di wilayahnya.
Pemerintah daerah tetap berupaya menyelenggarakan kegiatan yang berjalan dengan khidmat sekaligus penuh semangat.
“Pada peringatan ulang tahun ke-81 ini, kegiatan berlangsung dengan sangat meriah meskipun kita berada dalam kondisi efisiensi anggaran. Memang alokasi dana yang tersedia cukup terbatas,” katanya.
Sektor Pendidikan Menjadi Fokus Utama
Di tengah pelaksanaan efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama perhatian pemerintah daerah.
Rum menjelaskan bahwa wilayah Boalemo memiliki sekitar 350 satuan pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas, sebagian besar di antaranya memerlukan perbaikan fasilitas maupun bangunan.
Pada tahun sebelumnya, sebanyak 20 satuan pendidikan telah mendapatkan bantuan program revitalisasi dengan nilai anggaran sekitar Rp15 miliar.
Pada tahun ini, cakupan program diperluas dengan mencakup 63 sekolah, dan berpotensi ditambah lagi dengan 134 sekolah lainnya.
Jumlah sekolah yang direvitalisasi masih berpeluang bertambah apabila pemerintah daerah berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan pengajuan usulan hingga bulan September nanti.
“Jika kita dapat menyelesaikan pengunggahan dokumen persyaratan hingga bulan September, jumlah sekolah yang direvitalisasi akan bertambah sekitar 90 lagi.
Secara keseluruhan nantinya akan ada lebih dari 200 satuan pendidikan yang mendapatkan perbaikan,” jelasnya.
Apabila seluruh rencana tersebut terlaksana sepenuhnya, total anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi sekolah diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.
Selain perbaikan bangunan sekolah, Kabupaten Boalemo juga mendapatkan dukungan program pendidikan unggulan.
Salah satunya adalah pembangunan Sekolah Rakyat Unggulan yang telah dikerjakan dengan alokasi anggaran sekitar Rp240 miliar.
Pemerintah juga sedang menyiapkan program Sekolah Rakyat Nasional Terintegrasi dengan anggaran lebih dari Rp350 miliar.
Pengangkatan kepala sekolah untuk program tersebut telah dilakukan, sedangkan penerimaan peserta didik baru direncanakan akan dimulai pada tahun depan.
“Anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp350 miliar. Kepala sekolahnya sudah ditetapkan, dan peserta didik baru akan mulai diterima pada tahun depan,” tambah Rum.
Tiga Lokasi Disiapkan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Pemerintah pusat telah menyetujui pembangunan tiga unit Sekolah Nasional Terintegrasi di wilayah Boalemo.
Dua lokasi yang telah direncanakan berada di wilayah Paguyaman dan Tilamuta, sedangkan lokasi ketiga masih dalam tahap pencarian.
Rum menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan untuk setiap sekolah harus memiliki luas minimal 15 hektare agar dapat menampung seluruh kebutuhan fasilitas pendidikan yang direncanakan.
“Satu lokasi di Paguyaman, satu lagi Insya Allah di Tilamuta, dan lokasi ketiga sedang kami cari di wilayah Mananggu atau tempat lain yang sesuai syarat, yang penting tersedia lahan seluas lebih dari 15 hektare,” ujarnya.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini nantinya akan menyelenggarakan pendidikan secara terpadu mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Pembangunan Infrastruktur dan Kawasan Nelayan Terus Dijalankan
Berbagai bantuan program dari pemerintah pusat juga turut mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Boalemo.
Salah satu proyek yang terus diperjuangkan adalah pengembangan pelabuhan melalui dukungan Kementerian Perhubungan.
Rum menyampaikan bahwa skala pembangunan pelabuhan terus diperluas secara bertahap.
Jika sebelumnya panjang dermaga mencapai sekitar 60 meter, saat ini telah dikembangkan hingga mencapai lebih dari 100 meter.
“Pengembangan pelabuhan ini terus kami lakukan setiap tahun. Dari yang awalnya hanya 60 meter, kini sudah mencapai lebih dari 100 meter. Hal ini kami usahakan melalui dukungan dan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.
Masalah pengembangan pelabuhan ini juga akan kembali dibahas dan diperjuangkan Rum saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dalam waktu dekat.
Selain pengembangan pelabuhan, Kabupaten Boalemo juga mendapatkan dukungan untuk pembangunan tujuh kawasan kampung nelayan.
Salah satu lokasi utama pembangunan berada di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, dengan dukungan anggaran sekitar Rp22 miliar.
Angka Kemiskinan dan Stunting Menunjukkan Penurunan
Dari sisi sosial dan ekonomi, Rum menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan di daerahnya menunjukkan perkembangan yang positif.
Angka kemiskinan serta angka stunting tercatat mengalami penurunan, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi terus bergerak naik.
Meski demikian, Rum tidak merinci angka pasti perkembangan tersebut.
Ia hanya menyatakan bahwa data yang dirujuk mengacu pada hasil perhitungan resmi dari Badan Pusat Statistik.
“Saat ini angkanya sudah menurun. Angka stunting kita sudah turun secara signifikan, jelas mengalami penurunan dari angka sebelumnya. Dan yang pasti laju pertumbuhan ekonomi juga terus meningkat,” katanya.
Pembangunan jaringan jalan juga terus dipercepat pelaksanaannya.
Salah satu yang menjadi fokus utama adalah perbaikan ruas jalan Tiga Sokati dengan panjang sekitar 5,2 kilometer.
Rum menargetkan ruas jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan oleh masyarakat mulai bulan depan, meskipun proses pengerjaan belum sepenuhnya selesai, termasuk tahap pelapisan aspal.
“Insya Allah, ruas jalan Tiga Sokati sudah dapat dilalui bulan depan meskipun belum dilapisi aspal. Panjang jalannya sekitar 5,2 kilometer,” tuturnya.
Sementara itu, sektor ekonomi masyarakat termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga tercatat mengalami perkembangan yang baik.
“Seluruh sektor menunjukkan kemajuan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga semakin berkembang, jumlah dan kualitasnya meningkat dibandingkan sebelumnya,” ujar Rum.
Dengan berjalannya berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen untuk tetap menjaga kelangsungan pembangunan meskipun berada dalam kondisi keterbatasan keuangan daerah.
Langkah efisiensi dilakukan pada sisi pengeluaran, sementara peluang pendanaan melalui program pemerintah pusat terus diupayakan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Taufik Bouty











Comment