NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo terus mendorong pengembangan sektor kehutanan dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian masyarakat.
Salah satu upaya nyata yang dilaksanakan adalah melalui program Gerakan Sejuta Bambu, yang dirancang untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Program ini mulai diwujudkan melalui penanaman Bambu Petung secara massal di Desa Bongo IV dan Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, pada Sabtu, 14 Juni 2026.
Bupati Boalemo Rum Pagau menyampaikan bahwa Gerakan Sejuta Bambu tidak sekadar berorientasi pada kegiatan penghijauan, melainkan merupakan bagian dari pembangunan ekonomi hijau yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Penanaman bambu juga menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman, mengingat kondisi cuaca yang semakin panas di wilayah tersebut.
“Wilayah kita ini tergolong panas. Melalui penanaman bambu, kita berupaya menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman. Selain itu, bambu memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan berpotensi menjadi bahan baku industri yang berkelanjutan,” ujar Rum Pagau.
Bambu Petung dipilih karena memiliki karakteristik yang kuat dan fleksibel, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk menggantikan penggunaan kayu dan papan serta mendukung kebutuhan konstruksi.
Pemerintah Kabupaten Boalemo juga menargetkan hasil pengembangan komoditas bambu tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
Rum Pagau optimis pengembangan bambu ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Di samping nilai ekonominya, keberadaan tanaman bambu diharapkan turut mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
“Gerakan Sejuta Bambu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan yang mampu menyelaraskan kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup di Kabupaten Boalemo,” imbuhnya.
Taufik Bouty











Comment