Pemkab Boalemo Terapkan Pola Jemput Bola, Pastikan Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Akses Sekolah Rakyat

Boalemo6 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo memperkuat upaya penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 (SRT71) dengan menerapkan metode jemput bola, yakni mendatangi langsung keluarga sasaran yang berada di wilayah pedesaan.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali bersama Satgas Penjangkauan Siswa di Dusun IV Balombo, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, pada Senin 1 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi tim gabungan yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), jajaran Pemerintah Kecamatan Tilamuta, serta Pemerintah Desa Piloliyanga.

Lahmudin menyampaikan bahwa pendekatan jemput bola ini dilaksanakan guna menjamin tidak ada anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem yang terlewat memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan melalui program SRT71.

“Kita lakukan penjangkauan secara langsung. Jangan sampai ada anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Boalemo yang kehilangan akses untuk bersekolah secara gratis di SRT71,” ujar Lahmudin.

Menurut penjelasannya, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Program ini menyelenggarakan pendidikan secara lengkap dan menyeluruh tanpa biaya, mencakup fasilitas pendidikan, tempat tinggal di asrama, penyediaan makanan, hingga seragam sekolah. Kabupaten Boalemo sendiri mendapat alokasi sebanyak 270 kuota siswa,” jelasnya.

Lahmudin menilai program ini merupakan peluang yang sangat berharga bagi generasi muda di Boalemo untuk memperoleh pendidikan secara berkelanjutan.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik. Anak-anak kita dapat bersekolah secara gratis mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga lulus Sekolah Menengah Atas, bahkan difasilitasi hingga ke jenjang Perguruan Tinggi. Tugas kita saat ini adalah memastikan data calon siswa akurat dan tepat sasaran,” ucap Lahmuddin.

Kunjungan ke Dusun IV Balombo memungkinkan Satgas berkomunikasi langsung dengan keluarga yang menjadi sasaran calon peserta didik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memverifikasi kondisi dan kelayakan data calon siswa di lapangan.

Salah seorang warga Desa Piloliyanga mengaku baru mengetahui adanya program pendidikan yang menanggung seluruh kebutuhan peserta didik.

“Alhamdulillah apabila anak saya dapat bersekolah di SRT71. Selama ini kami sering merasa terbebani oleh biaya pendidikan,” ungkapnya dengan penuh harap.

Wakil Bupati menegaskan bahwa upaya penjangkauan tidak hanya berlangsung di Desa Piloliyanga. Satgas akan terus bergerak menuju desa-desa lain yang tersebar di tujuh kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo.

Pemerintah daerah berharap proses pendataan dan verifikasi dapat berjalan secara akurat sehingga kuota yang telah disediakan benar-benar diterima oleh anak-anak yang memenuhi syarat dan paling membutuhkan.

“Prinsip yang kami pegang adalah tidak ada anak di Boalemo yang tertinggal. Keadilan sosial dimulai dari jaminan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan,” pungkas Lahmudin.

Taufik Bouty 

Comment