Wabup Deddy Abdul Hamid Bawa Warisan Budaya Bolsel ke Panggung Rona Budaya Sulut

Bolsel76 Views

NOTE24.ID – Kekayaan budaya Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kembali mendapat ruang di panggung budaya Sulawesi Utara.

Melalui Pekan Budaya Wilayah Bolaang Mongondow, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel tidak hanya memperkenalkan ragam tradisi dan kuliner khas daerah, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah generasi yang terus berkembang.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati (Wabup) Bolsel Deddy Abdul Hamid dalam kegiatan Rona Budaya Sulawesi Utara yang digelar di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Sabtu 19 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, dengan mengusung tema “Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas.”

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Bolsel turut menampilkan berbagai potensi budaya daerah, salah satunya melalui workshop pembuatan kuliner tradisional Kukusa.

Kuliner khas ini menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya Bolsel yang diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus menjadi media untuk menjaga keberlanjutan warisan kuliner tradisional.

Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid mengatakan, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan agar warisan yang ditinggalkan para leluhur tidak berhenti pada generasi saat ini.

“Budaya adalah identitas daerah yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin budaya dan tradisi yang diwariskan para leluhur tetap hidup, dikenal generasi muda, dan terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya,” ujar Deddy.

Menurutnya, memperkenalkan budaya kepada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya memastikan keberlanjutan identitas daerah.

“Bukan hanya memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas, tetapi bagaimana generasi muda merasa memiliki dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” tambahnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan Bolsel dalam Pekan Budaya Wilayah Bolaang Mongondow juga menjadi momentum untuk memperkenalkan seni, tradisi, kuliner, kerajinan, serta berbagai potensi budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Pemkab Bolsel terus mendorong pelestarian dan promosi kebudayaan daerah agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Bolsel dan Sulawesi Utara,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat pelestarian seni dan budaya melalui sinergi bersama seniman, budayawan, musisi, pelaku UMKM, dan Dekranasda.

Dukungan terhadap para pelaku budaya tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan ruang berekspresi dan pembenahan sarana budaya, tetapi juga melalui langkah konkret berupa pemberian perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 2.000 budayawan, seniman, dan olahragawan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan sekaligus rasa aman bagi para pelaku seni dan budaya dalam berkarya, serta memperkuat keberadaan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas daerah.

Gubernur juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pemajuan kebudayaan dengan pengembangan pariwisata. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Utara.

Pengembangan produk kerajinan daerah, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, serta penyediaan ruang bagi kegiatan seni dan budaya menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan promosi potensi daerah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

Ilham Ekaputra 

Comment