NOTE24.ID – Harapan masyarakat Desa Bongo IV, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, untuk memiliki sarana pendidikan anak usia dini yang lebih layak mulai menemukan titik terang.
Bupati Boalemo Rum Pagau secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TK Melati Putih, Senin 14 September 2026.
Prosesi tersebut turut disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Boalemo Eka Putra Noho, Bunda PAUD Kabupaten Boalemo Hartati Moha, Kepala Dinas Pendidikan Ahman Sharman, jajaran pemerintah desa, serta para orang tua siswa.
Pembangunan USB TK Melati Putih menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus menghadirkan fasilitas yang lebih layak bagi anak-anak usia dini di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Boalemo, Ahman Sharman, mengatakan pembangunan sekolah tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan TK Melati Putih mencapai lebih dari Rp1 miliar. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, desain bangunan juga telah disiapkan pemerintah pusat untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang modern, layak dan representatif.
Dukungan pemerintah pusat untuk sektor pendidikan Boalemo pada 2026 juga mencakup program revitalisasi sekolah. Sebanyak 78 satuan pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP, telah disetujui mendapatkan bantuan.
Secara keseluruhan, anggaran dukungan tersebut mencapai lebih dari Rp100 miliar, yang diharapkan mampu mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Boalemo.
Bupati Rum Pagau menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Boalemo.
Menurutnya, dukungan dengan nilai sebesar itu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi daerah, mengingat keterbatasan kemampuan APBD untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan pendidikan.
“Jika hanya bersumber dari APBD, kita tentu tidak akan mampu mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar ini. Oleh sebab itu, bantuan ini merupakan rahmat dan berkah yang patut kita syukuri bersama,” ujar Rum Pagau.
Namun, Bupati Rum Pagau menegaskan besarnya anggaran harus diikuti dengan pengawasan dan tanggung jawab yang besar.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, memenuhi spesifikasi teknis dan menggunakan bahan sesuai standar.
Rum Pagau bahkan menegaskan akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga.
“Jangan karena anggarannya besar kemudian pengawasannya longgar. Kualitas harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Rum Pagau juga mengajak masyarakat menjadikan momentum bantuan pemerintah tersebut sebagai bentuk rasa syukur dengan memperkuat kepedulian sosial.
Ia mendorong jajaran pemerintah dan masyarakat untuk membudayakan semangat berbagi, termasuk menunaikan zakat dan infak sesuai ketentuan yang berlaku.
Taufik Bouty











Comment