Potensi Wisata Jadi Modal, Kabila Bone Dipilih sebagai Model Pembangunan Perdesaan

Bone Bolango96 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango mulai menyiapkan pola baru pembangunan kawasan perdesaan yang berbasis pada potensi wilayah.

Kecamatan Kabila Bone diproyeksikan menjadi model awal untuk menguji konsep tersebut sebelum dikembangkan ke kecamatan lainnya.

Rencana itu dibahas dalam Sosialisasi Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan yang dibuka Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, di Naffil Cafe dan Resto, Jumat 2 Oktober 2026

Kabila Bone yang terdiri dari sembilan desa dipilih karena dinilai memiliki potensi kawasan yang kuat, khususnya di sektor pariwisata. Keberadaan destinasi wisata seperti Olele dan sejumlah kawasan wisata lainnya dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikembangkan secara terpadu.

Bupati Ismet Mile mengatakan, pembangunan kawasan perdesaan tidak boleh dilakukan dengan pola yang sama rata untuk seluruh wilayah.

Menurutnya, pembangunan perlu dimulai dari daerah yang memiliki potensi besar sehingga dapat menghasilkan sebuah model yang nantinya bisa diterapkan di wilayah lain.

“Ini satu model pembangunan kawasan perdesaan sebagai model utama kita membangun. Kita mulai dari kecamatan yang punya potensi,” kata Ismet.

Ia menjelaskan, potensi yang dimiliki Kabila Bone harus dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian, masyarakat dan dunia usaha dapat memperoleh ruang yang lebih besar untuk terlibat dalam pertumbuhan kawasan.

“Ini bagaimana terobosan-terobosan yang hendak kita lakukan dalam upaya melakukan perubahan, peningkatan dan mendorong terciptanya daerah ini menjadi daerah yang potensial,” jelas Ismet.

Bupati Ismet menekankan, keberhasilan pembangunan kawasan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Karena itu, seluruh OPD diminta aktif memberikan masukan dan gagasan berdasarkan pengalaman serta keilmuan masing-masing.

Lanjut Ismet, berbagai pandangan tersebut dibutuhkan untuk menyempurnakan konsep pembangunan Kabila Bone agar benar-benar menjadi model yang dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain OPD, Bupati Ismet juga menegaskan pentingnya keterlibatan dunia usaha. Ia menginginkan pembangunan kawasan tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah melalui APBD maupun APBN, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi investasi dan aktivitas industri.

“Kalau daerah ini tidak memiliki predikat sebagai daerah industri, maka kita bukan siapa-siapa,” tegas Ismet.

Karena itu, Bupati Ismet mendorong para pengusaha, khususnya pelaku usaha yang berada di daerah, untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan kawasan Kabila Bone.

“Konsep tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kawasan perdesaan secara lebih terarah, dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperluas aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang bagi masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.

Ichal

Comment