Kebun Pangan Perempuan di Ayula Selatan, Dari Pekarangan Menuju Kemandirian Ekonomi

Bone Bolango70 Views

NOTE24.ID – Program Kebun Pangan Perempuan (KPP) di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, diarahkan menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Program ini merupakan bagian dari Aktivasi Ruang Bersama Indonesia (RBI), proyek percontohan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI yang mengintegrasikan ketahanan pangan, pemenuhan gizi keluarga, dan pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis potensi lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, mengatakan keberhasilan program KPP membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya tidak hanya terbatas pada aktivitas bercocok tanam, tetapi juga mampu menciptakan keluarga yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

“Pekarangan dan lahan produktif di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut juga bisa dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi perempuan,” ujar Roswaty.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan melalui program Aktivasi Ruang Bersama Indonesia (RBI), dengan pengembangan Kebun Pangan Perempuan sebagai proyek percontohan Kemen PPPA RI di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Kemen PPPA RI menggandeng lembaga masyarakat yang memenuhi kriteria. Di Kabupaten Bone Bolango, mitra yang terlibat adalah LM Yayasan Ma’arif yang diketuai Marni Nisabu.

Roswaty menjelaskan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berperan mendukung aspek teknis budidaya, pemanfaatan lahan, pemilihan komoditas pangan, hingga penerapan praktik pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kaum perempuan mengelola kebun secara produktif dan berkelanjutan, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

Program KPP sendiri mengusung tiga pilar utama, yakni penguatan ketahanan pangan dan gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi restoratif serta kemandirian perempuan, dan pelestarian tanaman serta kuliner lokal.

Melalui ketiga pilar tersebut, kebun pangan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan bahan pangan bagi konsumsi keluarga. Lebih dari itu, program ini juga membuka peluang pengembangan produk olahan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Roswaty berharap Desa Ayula Selatan dapat menjadi contoh pemberdayaan perempuan yang mampu menghubungkan sektor pangan, pemenuhan gizi, dan penguatan ekonomi keluarga.

Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari tumbuhnya tanaman di kebun, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan perempuan dan keluarga, baik dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun memperluas peluang usaha berbasis potensi lokal.

“Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, Kebun Pangan Perempuan diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun keluarga yang lebih mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Bone Bolango,” pungkasnya.

Ichal

Comment