Sambati Ditertibkan, Dugaan Tambang Emas Ilegal di Wonosari dan Tangga Barito Dipertanyakan

Boalemo191 Views

NOTE24.ID – Penutupan aktivitas pertambangan di Dusun Sambati, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, pada bulan lalu memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Pasalnya, di tengah penghentian aktivitas di wilayah tersebut, dugaan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah lokasi lain justru disebut masih berlangsung.

Wilayah Sari Tani, Kecamatan Wonosari, hingga kawasan Tangga Barito menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan aktivitas pertambangan yang masih berjalan dengan menggunakan puluhan unit alat berat.

Kondisi ini memunculkan harapan masyarakat agar aparat penegak hukum dan instansi terkait memberikan penjelasan sekaligus memastikan pengawasan dilakukan secara konsisten di seluruh wilayah yang diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan tanpa izin.

Hendrik, salah seorang warga, mempertanyakan tindak lanjut penanganan dugaan aktivitas pertambangan di wilayah Wonosari dan Tangga Barito. Ia berharap penertiban tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga menyasar lokasi lain apabila ditemukan pelanggaran serupa.

“Saya membaca pemberitaan bahwa di Wonosari dan Tangga Barito diduga masih ada aktivitas serupa. Mengapa belum ada langkah penindakan di sana? Apa yang sebenarnya terjadi? Jika penertiban dilakukan, seharusnya dilakukan secara merata, bukan hanya di satu tempat,” ujar Hendrik.

Menurutnya, penegakan hukum harus dilaksanakan berdasarkan aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan berbeda terhadap lokasi-lokasi yang diduga melakukan pelanggaran.

“Sambati sudah ditutup sepenuhnya. Jika aturan harus ditegakkan, maka semua lokasi harus mendapat perlakuan yang sama,” tegasnya.

Puluhan Alat Berat Disebut Masih Beraktivitas

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, dugaan aktivitas pertambangan di wilayah Wonosari hingga Tangga Barito disebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Seorang warga mengungkapkan, alat berat masih kerap terlihat memasuki kawasan Sari Tani. Bahkan, menurut keterangannya, terdapat tambahan dua unit alat berat yang baru masuk ke wilayah Puo Daa.

“Di Sari Tani, alat berat hampir setiap hari terlihat naik ke lokasi. Bahkan, sekarang sudah ada dua unit lagi yang masuk ke Puo Daa,” tuturnya.

Sementara itu, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa jumlah alat berat di kawasan Tangga Barito diperkirakan mencapai sekitar 20 unit. Adapun di wilayah Sari Tani, jumlahnya disebut mencapai sekitar 25 unit.

Meski demikian, angka tersebut masih sebatas informasi yang dihimpun dari masyarakat dan belum terverifikasi secara independen. Karena itu, diperlukan pengecekan langsung di lapangan serta konfirmasi dari instansi berwenang untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, termasuk status perizinan dan jenis kegiatan yang berlangsung.

Masyarakat Menanti Penjelasan Aparat

Masyarakat berharap pihak berwenang segera memberikan kejelasan mengenai dugaan aktivitas pertambangan di Sari Tani, Puo Daa, dan Tangga Barito.

Kejelasan tersebut dinilai penting untuk mengetahui apakah pengawasan telah dilakukan, pemeriksaan perizinan sedang berjalan, atau terdapat langkah penegakan hukum yang tengah dipersiapkan.

Apabila ditemukan aktivitas pertambangan yang melanggar ketentuan, masyarakat berharap penanganannya dilakukan sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di sisi lain, verifikasi terhadap informasi yang beredar juga diperlukan agar penanganan persoalan ini didasarkan pada fakta lapangan, bukan semata-mata laporan atau dugaan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh klarifikasi resmi dari Polres Boalemo maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas PETI di Sari Tani dan Tangga Barito, termasuk informasi mengenai jumlah alat berat yang disebut beroperasi di lokasi tersebut.

Publik kini menanti penjelasan resmi mengenai perkembangan pengawasan dan tindak lanjut atas informasi tersebut, sehingga persoalan dugaan pertambangan tanpa izin di wilayah Kabupaten Boalemo dapat memperoleh kejelasan.

Taufik Bouty 

Comment