Focus Group Discussion: Bolsel Matangkan Kerja Sama dengan Kota Nakanoto Jepang

Bolsel10 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mematangkan rintisan kerja sama internasional dengan Kota Nakanoto, Prefektur Ishikawa, Jepang.

Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Kajian Strategis Pemetaan Potensi Daerah dan Analisis Komplementer Rintisan Kerja Sama Sister City.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid ini berlangsung di Aula Lantai II Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Gedung Pemberdayaan, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jum’at 23 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Wabup Deddy menegaskan bahwa FGD II memiliki peran penting dalam mempersiapkan kerja sama antara Bolsel dan Kota Nakanoto agar tidak berhenti pada hubungan formal, tetapi mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Diengah perkembangan globalisasi, daerah perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk menjalin kemitraan internasional untuk mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki,” ujar Deddy.

Bolsel sendiri kata Wabup Deddy memiliki berbagai sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut, mulai dari kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, hingga sosial budaya.

“Di tengah era globalisasi, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kekuatan internal, tetapi juga membutuhkan keterbukaan, kolaborasi, dan kemitraan internasional untuk mengoptimalkan berbagai potensi unggulan daerah,” kata Deddy.

Ia berharap rintisan kerja sama Sister City dengan Kota Nakanoto dapat menjadi peluang strategis bagi Bolsel untuk memperluas jaringan kemitraan, bertukar pengetahuan, serta mengembangkan sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi untuk saling melengkapi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Deddy Abdul Hamid meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar berperan aktif dalam penyusunan kajian strategis dengan menyajikan data yang akurat, konkret, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi penting dalam menentukan sektor prioritas sekaligus merumuskan bentuk kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing daerah.

“Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta, khususnya pimpinan OPD terkait, dapat memberikan masukan yang berbasis data dan pemikiran konstruktif untuk kemajuan Bolsel ke depan. Kita harus mampu mengidentifikasi potensi daerah secara objektif dan merumuskan langkah-langkah strategis yang realistis agar kerja sama ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya akurasi data, Wabup Deddy juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Gorontalo, khususnya LPPM UMGO beserta tim peneliti, atas dukungan dan kontribusi dalam penyusunan kajian strategis tersebut.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi sangat diperlukan untuk menghasilkan kajian ilmiah yang berkualitas, sehingga kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan data, analisis, dan potensi riil daerah.

Melalui FGD II ini, Ia berharap dapat merumuskan rekomendasi strategis yang mampu mengidentifikasi peluang kerja sama komplementer antara Bolsel dan Kota Nakanoto.

“Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kemitraan yang saling menguntungkan, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan sektor unggulan, dan peningkatan daya saing daerah,” harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor II UMGO, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bolsel, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat Pengabdian, Kepala LPPM UMGO, tenaga ahli dan tim peneliti, pimpinan OPD terkait, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Ichal

Comment