Pemkab Bone Bolango Perkuat Gerakan Menanam Cabai, Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan

Bone Bolango87 Views

NOTE24.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango terus memperkuat gerakan menanam cabai dengan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus upaya membantu mengendalikan harga komoditas di pasaran.

Gerakan tersebut dilakukan Pemkab Bone Bolango bersama Dharma Wanita Persatuan Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bone Bolango melalui penanaman cabai bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa, di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa, Jumat 25 September 2026.

Sekda Iwan Mustapa mengatakan, gerakan menanam cabai merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat diubah menjadi lahan produktif untuk menghasilkan kebutuhan pangan, khususnya cabai.

“Penanaman cabai hari ini sebagai bagian dari upaya kita dan ini adalah gerakan bersama bagaimana semua elemen masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut semakin penting karena dalam beberapa bulan terakhir harga cabai mengalami peningkatan cukup signifikan. Komoditas cabai juga menjadi salah satu komoditas yang turut memengaruhi inflasi di Bone Bolango.

“Beberapa bulan terakhir ini harga cabai meningkat luar biasa pesat dan Bone Bolango ini termasuk inflasi tertinggi komoditas cabai. Dengan program ini kita harapkan bisa mengendalikan harga di pasar,” katanya.

Karena itu, masyarakat tidak hanya didorong menjadi konsumen, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan cabai melalui produksi dari lingkungan sendiri.

Jika dilakukan secara luas, peningkatan produksi cabai dari pekarangan rumah diharapkan dapat menambah pasokan di tingkat daerah. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang membudidayakannya.

Sekda Iwan menegaskan, gerakan menanam cabai ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, gerakan tersebut harus berkembang dan menjadi contoh yang dapat diikuti organisasi perempuan maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi contoh yang dapat diikuti organisasi perempuan lainnya hingga masyarakat di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki lahan yang luas untuk mulai menanam cabai. Pekarangan berukuran kecil sekalipun dapat dimanfaatkan secara produktif.

“Tidak perlu harus lahan pekarangan yang besar. Dengan ukuran kecil pun bisa diberdayakan,” tandasnya.

Ichal

Comment